Jumat, 25 September 2026

Mengawal Transparansi Anggaran Desa: Catatan Pembekalan Tim Evaluasi APBDesa Denpasar Barat

 Oleh: Kadek Agus Mahardika (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat / TA PM Kota Denpasar) 


Denpasar Barat — Mengawal tata kelola keuangan desa agar tetap akuntabel dan transparan adalah proses belajar yang berkelanjutan. Pada Rabu, 23 September 2026, saya berkesempatan hadir memenuhi undangan dari Kantor Camat Denpasar Barat untuk mengisi materi dalam acara Rapat Koordinasi Pembekalan Tim Evaluasi APBDesa Kecamatan Denpasar Barat Tahun 2026.

Meskipun pada agenda awal rapat dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WITA, terdapat penyesuaian waktu pelaksanaan sehingga kegiatan bergeser dan resmi dimulai pada pukul 13.00 WITA di Ruang Rapat Kantor Camat Denpasar Barat. Perubahan jadwal ini tidak menyurutkan antusiasme para peserta untuk berdiskusi hingga tuntas.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Denpasar Barat yang baru, dengan panduan diskusi yang hangat dari Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PM) Kecamatan Denpasar Barat selaku moderator. Selain unsur kecamatan, kegiatan ini juga dihadiri oleh 1 orang Pendamping Desa (PD) Denpasar Barat dan 1 orang Pendamping Lokal Desa (PLD).

Dinamika Personel Baru, Standar Evaluasi Harus Tetap Tinggi

Salah satu pemicu utama diselenggarakannya pembekalan ini adalah dinamika rotasi dan mutasi pegawai di lingkungan Kecamatan Denpasar Barat. Adanya peralihan tugas menyebabkan keanggotaan Tim Evaluasi Ranperdes APBDesa di tingkat kecamatan sering kali diisi oleh personel baru yang belum mendapatkan pelatihan khusus terkait evaluasi penganggaran desa.

Dalam pemaparan materi, saya menegaskan bahwa sesuai Keputusan Walikota Denpasar Nomor 188.45/416/HK/2019, kewenangan evaluasi APBDesa, APBDesa Perubahan, dan LPJ APBDesa telah didelegasikan dari Walikota kepada Camat. Oleh karena itu, tugas evaluasi ini bukanlah sekadar formalitas stempel atau kelengkapan administrasi semata.

"Evaluasi APBDesa adalah benteng perlindungan hukum bagi Pemerintah Desa. Tugas Tim Evaluasi adalah memastikan anggaran desa disusun tanpa menabrak aturan, efisien, serta benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat desa."

4 Aspek Kunci dan Panduan Praktis Evaluasi

Untuk mempermudah anggota tim yang baru dilantik dalam menjalankan fungsinya, saya menyampaikan panduan teknis berupa Metode Penyandingan (Side-by-Side Analysis). Tim cukup menyandingkan dokumen RKPDesa di sisi kiri dan Ranperdes APBDesa beserta Penjabarannya di sisi kanan.

Secara garis besar, ada 4 aspek utama yang wajib dicermati oleh Tim Evaluasi Kecamatan:

1.     Administrasi & Legalitas: Memastikan ketepatan waktu pengajuan (maksimal 3 hari kerja setelah disepakati BPD) dan keabsahan dokumen kesepakatan.

2.     Kebijakan & Keselarasan: Menjamin 100% kegiatan dalam APBDesa terdaftar di RKPDesa lengkap dengan Proposal dan RAB kegiatannya. Tidak boleh ada kegiatan "siluman" yang tidak terencana.

3.     Kewenangan Desa: Memastikan anggaran hanya dialokasikan untuk urusan skala lokal desa dan tidak mengambil alih kewenangan Pemkot, Provinsi, maupun Pusat.

4.     Substansi Anggaran: Memeriksa kesesuaian rincian biaya dengan Standar Biaya Umum (SBU) Pemkot Denpasar serta kebenaran kode rekening pada aplikasi SISKEUDES.

Disiplin Deadline demi Keuangan Desa yang Sehat

Di akhir pemaparan, saya mengimbau seluruh Tim Evaluasi Kecamatan Denpasar Barat untuk senantiasa menjaga kedisiplinan alur waktu (binding deadline). Proses evaluasi di tingkat kecamatan memiliki batas waktu maksimal 20 hari kerja sejak dokumen diterima secara lengkap, sehingga penetapan Perdes APBDesa dapat tuntas sebelum tanggal 31 Desember.

Sinergi antara Tim Evaluasi Kecamatan, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), dan Tenaga Ahli merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas pembinaan dan pengawasan (Binwas). Meskipun personel dapat berganti, standar kualitas evaluasi APBDesa di Kota Denpasar harus tetap terjaga demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Bagaimana pendapat Anda mengenai tata kelola anggaran desa di wilayah Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar!



Popular Posts