Oleh; Kadek Agus Mahardika
DENPASAR, 10 April 2026 –
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA PM) Kota Denpasar, Kadek Agus
Mahardika, menghadiri rapat Penguatan Forum Kemitraan untuk Pengendalian dan
Pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang diselenggarakan oleh
ADINKES Provinsi Bali, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian
dari implementasi program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH)
yang didukung Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, dengan fokus
memperkuat perencanaan dan penganggaran desa dalam mendukung penanggulangan
penyakit ATM di Kota Denpasar .
Rapat yang berlangsung di Ruang
Rapat Kertha Loka, Graha Sewaka Dharma ini dimulai pukul 09.30 WITA dan dipandu
oleh Sekretaris ADINKES Provinsi Bali, Tri Indarti. Kegiatan secara resmi
dibuka oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar, I Nyoman Dana, SKM.,
M.Kes, yang juga menjadi narasumber utama.
Kegiatan ini dihadiri oleh
berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain unsur Bappeda Kota
Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, DPMD Kota Denpasar,
jajaran kepala puskesmas se-Kota Denpasar, perwakilan kecamatan
se-Kota Denpasar, Ketua Forum Perbekel, perangkat desa dan
kelurahan, serta unsur mitra seperti KPA Kota Denpasar, PPTI, Yayasan
Kesehatan Bali, dan tim ADINKES RSSH Bali .
Dalam paparannya, Dinas Kesehatan
Kota Denpasar menyoroti kondisi epidemiologi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria,
serta pentingnya dukungan anggaran desa dan kelurahan dalam upaya pengendalian
penyakit tersebut.
Selanjutnya, DPMD Kota Denpasar
yang diwakili oleh Ketut Mudita memaparkan kebijakan penganggaran desa tahun
2026, termasuk arah implementasi dan sistem monitoring evaluasi dukungan
anggaran desa terhadap program ATM. Sementara itu, Bappeda Kota Denpasar
menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan lintas sektor untuk mendukung
prioritas kesehatan berbasis wilayah.
Kegiatan ini juga menghadirkan
praktik baik dari Desa Dangin Puri Kaja. Sekretaris desa setempat menyampaikan
inovasi JEPITTB (Jemput Penderita TBC) serta pembentukan SK Kader
Siaga TBC, yang disebut sebagai yang pertama di Bali. Inisiatif ini
merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri Tahun 2025
tentang Penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis.
Pada kesempatan tersebut, TA PM
Kota Denpasar, Kadek Agus Mahardika, turut menyampaikan Executive Summary
Analisis APBDesa Bidang Kesehatan Tahun 2026 se-Kota Denpasar.
Dalam paparannya, disampaikan
bahwa total alokasi anggaran kesehatan pada APBDesa tahun 2026 di 27 desa
mencapai Rp36,35 miliar, dengan rata-rata sekitar Rp1,34 miliar per
desa. Struktur anggaran masih didominasi kegiatan Posyandu, yang
menunjukkan fokus desa pada layanan kesehatan dasar bagi ibu, anak, balita, dan
lansia.
Namun demikian, ia menekankan
perlunya penguatan alokasi anggaran untuk program promotif dan preventif,
khususnya dalam penanggulangan Tuberkulosis dan penyakit ATM lainnya berbasis
desa.
Lebih lanjut, Kadek Agus
Mahardika juga menyampaikan usulan strategis kepada DPMD Kota Denpasar agar
segera menerbitkan surat kepada seluruh perbekel dan lurah guna mempercepat
pembentukan Desa/Kelurahan Siaga TBC. Usulan ini mengacu pada surat DPMD
Provinsi Bali tentang Dukungan Percepatan Pembentukan Desa Siaga TBC
yang menekankan pentingnya penetapan minimal satu desa sebagai percontohan di
setiap wilayah serta penguatan kolaborasi lintas sektor .
Ia menambahkan bahwa saat ini
baru beberapa desa yang telah bergerak cepat, di antaranya Desa Dangin Puri
Kaja dan Desa Tegal Kertha yang telah menetapkan SK Desa Siaga TBC.
Oleh karena itu, diperlukan dorongan kebijakan yang lebih masif agar seluruh
desa dan kelurahan di Kota Denpasar dapat segera menginisiasi langkah serupa.
“Percepatan pembentukan Desa
Siaga TBC harus menjadi gerakan bersama. Dukungan regulasi dari DPMD akan
menjadi kunci agar desa dan kelurahan segera bergerak secara serentak,”
tegasnya.
Melalui forum ini, diharapkan
terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, desa, dan pemangku
kepentingan lainnya dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan
berkelanjutan di Kota Denpasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar